Mengenai Saya

Pengikut

Kamis, 10 Juni 2010

10 alamat jalan ke surga*

Syurga adalah janji allah bagi makhlukNya yang beriman dan melakukan perbuatan sholeh. Semoga kita bisa menjalankan minimal 50% dari beberapa pintu surga.
1. Zuhud
Zuhud bukan berarti kita tidak boleh mempunyai peralatan-peralatan mewah. Yang utama adalah hati yang tidak terikat dengan hal-hal kebendaan. Orang yang zuhud boleh mempunyai handphone ataupun laptop, akan tetapi hatinya tidak boleh tergantung oleh benda-benda tersebut. Hatinya hanya terpaut pada Ilahi Rabbi. Air mata mereka akan menangis tatkala waktunya terbuang tanpa mengingat Allah. Tidak terusik dengan tingkah polah dunia yang makin menggila dengan sekularisme.
2. Berpikir ibadah
Angan-angannya hanya tertuju kepada penghambaan kepada Sang Khalik. Pagi, siang, sore, malam hanya disibukkan dengan ibadah, ibadah dan ibadah. Bila selain ibadah, misalnya tentang usahanya yang bangkrut atau telah terkena musibah perampokan dan hal-hal duniawi lainnya hanya dianggap sebagai fenomena kehidupan yang telah ditakdirkan yang Maha Berkuasa dan manusia hanya bisa melaksanakan dan tak perlu disesali atau bahkan ditangisi.
3. Sedikit bicara
Diam itu emas, karena semakin banyak kita berbicara semakin banyak pula kemungkinan untuk membuat kesalahan dan mungkin bisa membuat hati seseorang tersinggung. Walaupun kelihatannya sepele, tetapi hal ini butuh kebiasaan yang membutuhkan waktu tidak sedikit.
4. Menjaga sholat 5 waktu
Bersholatlah kamu sekalian agar terhindar dari pekerjaan keji dan mungkar. Kadang kita menganggap remeh eksistensi sholat 5 waktu. Hanya melakukan serangkaian gerakan yang bisa dilakukan tidak sampai melebihi 5 menit. Itulah bagi mereka yang belum dibukakan pintu hatinya akan betapa nikmatnya sholantya 5 waktu. Semoga kita tidak termasuk dalam golongan mereka.
5. Menghindari syubhat dan haram
Syubhat adalah masih adanya keraguan antara halal dan haram.
6. Bergaul dengan orang sholeh
Apabila kamu ingin berbau wangi maka janganlah kamu berdekatan dengan penjual minyak tanah. Mereka orang-orang sholeh berkecimpung dalam kemanfaatan, kemaslahatan umat, saling tolong menolong dalam ketaqwaan. Niscaya bila kamu selalu bergaul dengan lingkungan mereka maka akhlakmu pun akan tercampuri dengan wangi dan harumnya perilaku orang-orang sholeh.
7. Dermawan
Dalam kitab suci al-qur’anul karim, mengajak kepada orang yang beriman untuk sholat sekaligus menafkahkan sebagian hartanya untuk menolong agama Allah. Manifestasi dari keikhlasan seorang mukmin dengan menafkahkan sebagian hartanya baik dalam keadaan sempit ataupun lapang. orang yang ringan tangan disukai banyak orang dan tetangga-tetangganya pun juga dengan senang hati akan membantunya apabila mendapat musibah. Beda sekali dengan orang yang pelit dan kikir. Tidak ada orang menjadi miskin karena senang bersedekah, bahkan sebaliknya harta mereka akan menjadi barokah.
8. Ingat mati
Setiap makhluk hidup akan mengalami kematian. Kematian adalah jembatan dari dunia fana menuju dunia akhirat yang kekal. Setampan apapun wajahnya, sebanyak apapun hartanya, setinggi apapun jabatannya mereka semua akan menemui ajal. Waktu dimana mulut tak bisa berbicara dan hanya anggota tubuh seperti tangan, kaki dan mata yang kita pergunakan semasa hidup dalam beraktifitas sehari-hari. Dan tak mungkin anggota tubuh kita bersakai bohong atas apa yang telah kita kerjakan. Sebelum nafas kita berhenti di tenggorokan saat sakarotul maut bersegeralah untuk bertobat nasukha sebelum pintu itu ditutup.
9. Bermanfaat bagi orang lain
Ada seseorang apabila namanya disebut maka orang sekitarnya akan tersenyum senang gembira mendengar namanya disebut. Perilaku si fulan yang dermawan, ringan tangan, cekatan, bertanggung jawab membuat orang-orang disekitarnya mengharapkan kedatangannya. Tidak harus dengan harta untuk menolong orang lain, tetapi akhlak yang mulya, murah senyum, senang menyapa dimanapun bertemu dapat membuat hati orang senang. Keberadaannya adalah berkah bagi orang-orang disekitarnya.
10. Tawadhu’
Tawadhu’ atau juga bisa disebut rendah diri atau tidak sombong. Bersikap santun walaupun kepada orang-orang yang berstrata social lebih rendah. Karena dihadapan Allah setiap makhluknya adalah sama. Dari Tukang becak, juru parker, buruh tani sampai pengusaha, konglomerat sampai presiden seklipun mempunyai kedudukan sama yang membedakan adalah taqwa.
*Mauidhoh hasanah oleh fida, S.pdi
LTPLM 28 mei 2010